Senin, 03 Juli 2017

Nasihat para alim ulama, bagi yang *usianya menjelang/sudah mencapai 50 tahun* :

Nasihat para alim ulama, bagi yang *usianya menjelang/sudah mencapai 50 tahun* :
·         Jangan banyak bergurau dan terjebak dalam hal-hal yang tidak ada manfaatnya untuk akhirat.*
·         Jangan berlebihan berhias, bersolek, dan berpakaian.*
·         Jangan berlebihan makan, minum, dan berbelanja barang yg kurang diperlukan utk mendukung amal shalih.*
·         Jangan berkawan dengan orang yang tidak menambah iman, ilmu, dan amal.*
·         Jangan banyak berjalan dan melancong ke sana sini tanpa manfaat yg dapat mendekatkan diri pada kehidupan akhirat.*
·         Jangan gelisah, berkeluh kesah, dan kesal dengan kehidupan sehari-hari. Selalu penuhi diri dg rasa sabar dan bersyukur.*
·         Perbanyak doa mengharap keridha-an Allah agar Husnul Khatimah dan dijauhkan dari Su'ul Khatimah.*
·         Tambahkan ilmu agama, perbanyak mengingat kematian, dan bersiap menghadapinya.*
·         Siapkan wasiat dan lakukan pembahagian harta.*
·         Kerapkan menjalin silaturahim dan merekatkan hubungan yang renggang sebelumnya.*
·         Minta maaf dan berbuat baik terhadap pihak yang pernah dizalimi.*
·         Tingkatkan amal soleh terutama amal jariah yang dapat terus memberi pahala dan syafa'at setelah kita mati.*
·         Maafkan kesalahan orang kepada kita walau seberat apapun kesalahan itu.*
·         Bereskan segala hutang yang ada dan jangan buat hutang baru walaupun untuk menolong orang lain.*
·         Berhentilah dari semua maksiat !*
·         Mata, berhentilah memandang yg tidak halal bagimu*
·         Tangan, berhentilah dari meraih yg bukan hak mu*
·         Mulut, berhentilah makan yg tidak baik dan yg tidak halal bagimu, berhentilah dari ghibah, fitnah, dan berhentilah menyakiti hati orang lain*
·         Telinga, berhentilah mendengar hal2 haram dan tak bermanfaat*
·         Berbaik sangka lah kepada Allah atas segala sesuatu yg terjadi dan menimpa*

·         Penuhi terus hati dan lisan kita dg istighfar & taubat utk diri sendiri, orang tua, dan semua orang beriman, di setiap saat dan setiap waktu.*


Selasa, 25 Oktober 2016

Lukai Hati Istri Membuat Rezeki Seret, Kok Bisa?

SUAMI haruslah bersikap baik terhadap istrinya. Buatlah sang istri merasa nyaman bersama Anda. Jangan sampai hatinya terluka karena diri Anda. Sebab, ketika hatinya terluka, maka akan berpengaruh pula pada rezeki Anda. Tapi, kok bisa seperti itu?
Ternyata, ada alasan-alasan tertentu yang membuat rezeki suami seret ketika hati istri terluka. Apakah itu?

1. Mood Istri yang Buruk Akan Menular
Jika tidak bisa mengungkapkan kepada suami tentang sakit hati yang dirasakannya, biasanya istri akan memendam perasaan kecewa tersebut. Dalam kadar yang besar, perasaan sakit hati dan kecewa ini akan memperburuk mood mereka. Perasaan negatif ini lama-lama akan semakin membesar dan berpengaruh kepada seluruh keluarga. Perasaan yang buruk akan menunda rezeki baik yang akan datang.
Untuk itu segeralah untuk memperbaiki kondisi mood istri. Sudah banyak terjadi suami yang bertengkar dengan istri selalu terhalang-halangi saat mencari rezeki. Bisa saja ban kendaraan pecah, bahkan hingga kecelakaan yang sering dialami setelah dua orang ini saling bertengkar.

2. Istri Menjadi Tidak Bersyukur
Suami yang menyakiti istri baik dalam bentuk ucapan atau tindakan sebaiknya berhati-hati. Pasalnya doa mereka terhadap para suami dalam kondisi terluka ini akan segera diijabah. Mereka juga menjadi tidak bersyukur atas apa yang sudah Anda berikan kepadanya.
Bahkan terkadang suami justru didoakan tidak diberi rezeki agar menjadi lebih baik kepadanya. Karena biasanya, pria akan berubah ketika memiliki uang lebih. Sehingga tidak jarang dalam hati istri mendoakan agar suami justru tidak diberi rezeki agar kembali menjadi pribadi yang baik kepadanya.

3. Suami Tidak Dilayani dengan Baik
Hal ini tentu sering dilakukan oleh istri yang hatinya dilukai. Mau tidak mau tindakan mereka mencerminkan hati yang sakit yang mereka rasakan. Hati istri yang terluka biasanya tidak ikhlas ketika melayani suaminya.
Hal ini tentu membuat suami juga menjadi tidak tenang dalam mencari nafkah. Ketika sudah lelah dengan banyak pekerjaan, mereka pun harus menghadapi istri yang muram di rumah. Akhirnya karena sama-sama berpikiran negatif, maka akan menutup kebaikan yang akan datang termasuk urusan rezeki. Suami pun menjadi tidak semangat ketika harus bekerja dengan kondisi seperti ini.

4. Suami Tidak Didukung
Tidak bisa dipungkiri perasaan sakit hati ketika disakiti suami akan berdampak terhadap tindakan istri. Salah satunya istri tidak lagi menjadi pendukung yang hebat bagi suaminya. Suami dibiarkan berjuang sendirian karena istri berpaling tidak mempedulikannya lagi. Dengan begini, suami tidak punya semangat untuk selalu bangkit lagi setiap menghadapi kesulitan.

5. Berpengaruh dalam Mendidik Anak
Istri yang tidak bahagia tidak bisa diandalkan dalam mendidik anak yang bahagia dan berguna. Kekecewaan terhadap suami akan berdampak pada perilaku mereka terhadap anak. Padahal rezeki bisa datang darimana saja, termasuk dari anak. Rezeki juga bukan hanya berupa uang, tapi juga berupa anak-anak sholeh yang menemui orangtuanya dengan wajah bahagia setiap hari.
Demikianlah beberapa alasan yang menyebabkan rezeki suami seret jika menyakiti hati istri. Jika hal ini terjadi pada Anda, maka segeralah perbaiki hubungan Anda dengan sang istri. Jangan biarkan hati istri terluka cukup lama. Bangunlah kembali keharmonisan dalam rumah tangga dengan menciptakan ketenangan dan kedamaian, dengan mencoba memahami perasaan istri.


Jumat, 08 April 2016

MEMPESONA dan TERPESONA

MEMPESONA dan TERPESONA

(PESAN KHUSUS BUAT MUSLIMAH.—)


Saudariku…
Inginkah kau selalu MEMPESONA di hadapan suamimu..?

1. Jagalah penampilanmu dihadapannya
Jika kau tak mampu untuk tampil cantik sepanjang hari, setidaknya kau berusaha untuk mempercantik penampilanmu ketika akan beranjak ke tempat tidur bersama suamimu.

2. Jagalah ucapanmu
Rendahkan suaramu, jangan kau bersuara keras dan berkata ketus, terutama disaat dia marah. 
     Tahanlah amarahmu di hadapannya, bicarakan argumenmu kepadanya di lain waktu, ketika kalian tidak sedang dalam keadaan marah.

3. Jagalah perbuatanmu
Berbuatlah apa yang disenangi suamimu, dan tinggalkan apa-apa yang tidak disenangi suamimu, selama hal-hal itu tidak melanggar syari’at.

4. Jangan pernah menolaknya di tempat tidur
Jika kau sakit-ringan, tetaplah turuti keinginannya, semoga Allah menyembuhkanmu dengan sebab keta’atanmu kepada suamimu.

Jika kau lelah, tetaplah penuhi keinginannya, semoga Allah memberi kekuatan kepadamu dengan sebab menyenangkan suamimu.

Jika kau sedang tidak mood, tetaplah ikuti keinginannya, semoga Allah memberikan kepadamu sesuatu yang lebih yang tidak kau capai sebelumnya, dengan sebab mengikuti keinginan suamimu.

● Bahkan, tampakkanlah dihadapan suamimu, bahwa engkaulah yang selalu menginginkannya.

Saudariku………..
Maukah kau tahu, 
agar engkau selalu TERPESONA dengan suamimu..?

1. Cintailah suamimu hanya karena Allah

○ Jika kau mencintainya karena ketampanannya, suatu saat nanti dia akan berubah menjadi tua.

○ Jika kau mencintainya karena hartanya, maka harta tak akan kekal.

○ Jika kau mencintainya karena kecerdasannya, suatu saat dia akan berubah menjadi pikun.

○ Jika kau mencintainya karena Din dan Akhlaqnya, maka cinta karena Allah akan kekal dan abadi.

2. Tundukkan pandanganmu kepada selain suamimu

Karena dengan menundukkan pandanganmu, engkau mematuhi perintah Rabb-mu, dan kau akan lebih mencintai suamimu.

3. Dialah yang terindah
Hilangkan pesona pria lain, jangan bandingkan suamimu dengan pria lain, jangan pernah memuji pria lain dihadapan suamimu, walaupun itu adalah seorang ustadz.
Dialah suami yang telah Allah halalkan untukmu.
Sehebat apapun pria-pria lain, namun mereka bukanlah pasangan yang telah Allah halalkan untukmu.

4. Ingatlah selalu kebaikannya, lupakan keburukannya

Ingatlah selalu kelebihannya, lupakan kekurangannya, niscaya kau akan selalu ridha dengan suami yang telah Allah taqdirkan untukmu.

5. Dialah surgamu dan nerakamu

قال صلى الله عليه وسلم: (فانظري أين أنت منه ، فإنما هو جنتك ونارك) صحيح الجامع 1509

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,
“Lihatlah kedudukanmu di sisi suamimu, karena sesungguhnya dia adalah surgamu dan nerakamu.”
---------------------------------------------------------------------------------------
 Al-Ustâdzah Arfah Ummu Faynan (Arfah Nur Laila) Hafizhahallah

Semoga bermanfaat.


Istri Sholehah “PENENTRAM HATI SUAMI”


Istri sholehah itu :

1.    tidak banyak menuntut kepada suaminya.
Akan tetapi ia lebih banyak menerima apapun segala kekurangan yang ada pada suaminya.

2. tidak banyak mempermasalahkah kedudukan suaminya yang lebih tinggi dibanding dirinya,
Akan tetapi ia lebih banyak berusaha menjadi istri yang selalu taat dan berbakti kepada suaminya.

3.    tidak banyak mempertanyakan tentang posisi dirinya dalam rumah tangga.
Akan tetapi ia menyadari bahwa semuanya itu adalah sudah menjadi tanggung jawabnya yang telah ditetapkan-Nya.

4.    tidak banyak menuntut suaminya agar menjadi seseorang seperti apa yang ada dalam pikirannya.
Akan tetapi ia lebih berusaha menjadikan suamimya sebagai orang yang pantas mendampingi hidupnya.

5.    tidak banyak meminta sesuatu yang masih belum mampu dipenuhi suaminya.
Akan tetapi ia lebih banyak menerima dengan penuh keikhlasan setiap pemberian suaminya walau sekecil apapun.

6.    Di saat suami sedang ada suatu masalah, ia selalu ada dan mampu untuk menghibur serta membuat suaminya tersenyum.

Demikianlah sebaik-baiknya Akhlaq seorang istri bersikap, memang benar tak semudah mengucapkan ..... membutuhkan kekuatan dan ketabahan .... serta keikhlasan hati.

Akan tetapi, jika hal itu bisa diraih, maka hanya satu balasan yang layak bakal diperolehnya kelak, yakni ridha suami yang akan mengantarkannya mencapai Ridha-Nya, sekaligus mengantarkannya menuju Surga-Nya.




Editing by: Kanaidi, SE., M.Si., cSAP
HP. +62 812 2353 284,  +62 878 2298 4716  Telp/Fax : +62 22-4267749
WA. : 0812 2353 284 
Pin BB : 79D6107F
Facebook : kanaidi.kenpartii


Selasa, 11 Agustus 2015

Sepenggal Alkisah Nabi Ayyub AS (Sang penyabar, dengan ketaatan & keimanan yang tinggi_walau didera berbagai penderitaaan, penyakit yang mengerikan & ditinggal pergi oleh Istri tercintanya)

Singkat Cerita.....



Setelah sekian kali Iblis mencoba dan mencoba untuk menghasut Nabi Ayyub AS (yang memiliki ketaatan/aqidah dan keimanan yang tinggi kepada Allah SWT, serta terkenal penyabar yang bukan alang kepalang) selalu tidak berhasil, selanjutnya Iblis memerintahkan kepada sekutunya agar menaburkan benih-benih penyakit ke dalam tubuh Nabi Ayyub as.
Benih-benih penyakit yang ditaburkan itu segera berpengaruh pada kesehatan Nabi Ayyub as, sehingga ia menderita berbagai penyakit, demam panas, batuk dan lain-lain lagi sehingga menyabkan badannya makin lama makin kurus, tenaganya makin lemah dan wajahnya menjadi pucat tidak berdarah dan kulitnya menjadi berbintik-bintik dan muncul bau tidak sedap. Sehingga ia dijauhi oleh orang-orang sekampungnya dan oleh kawan-kawan dekatnya, karena penyakit Nabi Ayyub as dapat menular dengan cepatnya kepada orang yang menyetuh atau mendekatinya.
Ia menjadi terasing dari pergaulan dan hanya istrinya yang bernama Rahmah yang tetap mendampinginya, merawat dengan penuh kesabaran, penuh rasa kasih sayang, melayani segala keperluannya tanpa mengeluh atau menunjukkan tanda kesal hati dari penyakit suaminya yang tidak kunjung sembuh itu.

Istri Nabi Ayyub digoda iblis

Iblis memperhatikan Nabi Ayyub as dalam keadaan yang sudah amat parah itu tidak meninggalkan adat kebiasaannya, ia tetap beribadah, berzikir, dan tidak mengeluh atau mengaduh, ia hanya menyebut nama Allah memohon ampun dan lindungan-Nya bila ia merasakan sakit.
Iblis merasa kesal dan jengkel mlihat ketabahan hati Nabi Ayyub as menanggung derita dan kesabarannya menerima berbagai musibah dan ujian. Iblis kehabisan akal, tidak tahu apa lagi yang harus dilakukan untuk mencapai tujuannya merusak aqidah dan iman Nabi Ayyub as.

Ia lalu meminta bantuan pikiran para sekutunya, apa yang harus dilakukan lagi untuk menyesatkan Nabi Ayyub setelah segala usahanya tidak membuahkan hasil.
Bertanyalah iblis kepada sekutunya : “Di manakah kepandaianmu dan tipu dayamu yang ampuh serta kelicikanmu menyebar benih was-was dan ragu ke dalam hati manusia yang biasanya tidak pernah sia-sia?
Kemudian sekutu iblis menjawab : “Engkah telah berhasil mengeluarkan adam dari surga, bagaimanakah engkau lakukan itu semuanya sampai berhasilnya tujuan mu itu?”
“Dengan membuju istrinya,” jawab iblis
“jika demikian, lakukan siasat itu dan terapkanlah pada Nabi Ayyub as, hembuskan racunmu ke telinga istrinya yang tampak sudah agak kesal merawatnya, namun masih tetap patuh dan setia” jawab sekutu
“Benar dan tepat pikiranmu itu,hanya tingagal itu satu satunya jalan yang belum aku coba. Pasti kali ini degan cara menghasut isterinya aku akan berhasil melaksanakan maksudku selama ini” jawab iblis

Dengan rencana barunya pergilah iblis mendatangi isteri Ayyub, menyamar sebagai seorang kawan lelaki dari suaminya. Ia berkat kepada istri Nabi Ayyub yang bernama Rahmah itu : “Apa kabar dan bagaimana keadaan suamimu saat ini?”

Seraya mengarahkan jari telunjukknya ke arah suaminya, rahmah berkata kepada iblis yang menyamar sebagai teman Nabi Ayyub “Itulah dia terbaring menderita kesakitan, namun mulutnya tidak berhenti-hentinya berdzikir menyebut nama Allah. Ia masih berada dalam keadaan parah, mati tidak, hidup pun tidak

Kata-kata isteri Ayyub itu menimbulkan harapan bagi iblis bahwa, kali ini ia akan berhasil maka diingatkanlah isteri Nabi Ayyub as akan masa mudanya di mana ia hidup dengan suaminya dalam keadaan sehat,m bahagia dan makmur dan diingatkannya kenang-kenangan dan kemesraan. Kemudian keluarlah Iblis dari rumah Nabi Ayub meninggalkan isteri Nabi Ayyub as duduk termenung seorang diri, mengenang masa lampaunya, masa kejayaan suaminya dan kesejahteraaan hidupnya, membanding-bandingkannya dengan masa di mana berbagai penderita dan musibah dialaminya, yang dimulai dengan musnahnya kekayaan dan harta benda, disusul dengan kematian puteranya, dan kemudian yang terakhir diikuti oleh penyakit suaminya yang parah dan sangat menjemukan itu. Isteri Nabi Ayyub as merasa kesepian berada di rumah sendirian bersama suaminya yang terbaring sakit, tiada sahabat, tiada kerabat, semua menjauhi mereka karena takut tertular penyakit kulit Nabi Ayyub.

Seraya menarik nafas panjang datanglah isteri Nabi Ayyub mendekati suaminya yang sedang menderita kesakitan dan berbisik-bisik kepadanya :
wahai sayangku, sampai kapankah engkau tersika oleh Tuhanmu ini?Di manakah kekayaanmu, putera-puteramu, sahabat-sahabatmu di kawan-kawan terdekatmu? Oh, alangkah syahdunya masa lampu kami, usia muda, badan sehat, kebahagiaan dan kesejahteraan hidup tersedia, dikelilingi oleh keluarga dan terulang kembali masa yang manis itu? mohonlah wahai Ayyub dari Tuhanmu, agar kami dibebaskan dari segala penderitaan dan musibah yang berpanjangan ini

Berkatalah Nabi Ayyub as menjawab keluhan istrinya itu:
wahai isteriku yang kusayangi, engkau menangisi kebahagiaan dan kesejahteraan masa lalu, menangisi anak-anak kita yang telah meninggal diambil oleh Allah dan engkau minta aku memohon kepada Alla agar kita dibebaskan dari kesengsaraan dan penderitaaan yang kita alami saat ini. Aku hendak bertanya kepadamu, berapa lama kita tidak menikmati masa hidup yang mewah, makmur dan sejahtera itu?”,

Istrinya menjawab “Delapan puluh tahun

Lalu berapa lama kita telah hidup dalam penderitaan ini?” tanya Nabi Ayyub
Tujuh tahun” jawab sang isteri

Nabi Ayyub melanjutkan jawabannya “Aku malu, memohon dari Allah memebaskan kita dari kesengsaraan dan penderitaan yang telah kita alami belum sepanjang masa kejayaan yang telah Allah kurniakan pada kita. Sepertinya engkau telah termakan hasutan dan bujukan syaitan, sehingga mulai menipis imanmu dan berkasal hati menerima takdir dan hukum Allah. Tunggulah ganjaranmu kelak ketika aku telah sembuh dari penyakitku dan kekuatan badanku pulih kembali. Aku akan mencambukmu seratus kali. Dan sejak detik ini aku haramkan dariku makan dan minum dari tanganmu atau menyuruh engkau melakukan sesuatu untukku. Tinggalkanlah aku seorang diri di tempat ini sampai ALlah menentuknya takdir-Nya”.

Setelah ditinggalkan oleh isterinya yang diusir, selanjutnya Nabi Ayyub as tinggal seorang diri di rumah, tiada sanak saudara, tiada anak dan tidak ada istri. Ia bermunajat kepada Allah dengan sepenuh hati memohon rahmat dan kasih sayang-Nya. Ia berdoa sebagaimana tertara dalam Al qur an :
Dan ingatlah akan hamba kami Ayyub ketika ia menyeru Tuhan-Nya: Sesungguhnya aku diganggu syaitan dengan kepayahan dan siksaan” (Qs : 38 : 41)
Allah menerima doa Nabi Ayyub as yang telah mencapai puncak kesabaran dan keteguhan iman serta berhasil memenangkan perjuangannya melawan hasutan dan bujukan iblis. Allah mewahyukan firman kepadanya : “Hantamkanlah kakimu, inilah air yang sejuk untuk mandi dan untuk minum” (Qs. 38 : 42)

Nabi Ayyub berhasil menjalani ujian berat

Dengan izin Allah setelah dilaksanakan petunjuk Nya itu, sembulah segera Nabi Ayyub as dari penyakitnya, semua luka-luka kulitnya menjadi kering dan segala rasa pedih hilang, seolah-olah tidak pernah terasa olehnya. Ia bahkan kembali menampakkan lebih sehat dan lebih kuat dari pada sebelum ia menderita.
 Saat itu ketika isterinya yang telah diusir dan meninggalkan dia seorangg diri ditempat tinggalnya yang terasing, jauih dari jiran, dan jauh dari keraiaman kota, merasa tidak sampai hati lebih lama berada jauh dari suaminya. Istri Nabi Ayyub pun kembali, namun ia hampir tidak mengenali Nabi Ayyub, karena ketika ia kembali, ia melihat bukanlah Nabi Ayyub as yang sakit seperti yang ia tinggalkan sebelumnya. Namun Nabi ayub yang mudah belia, segar bugar, sehat seakan akan tidak pernah sakit dan menderita. Ia segera memeluk suaminya seraya bersyukur kepada Allah yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya mengembalikan kesehatan suaminya bahkian lebih baik dari pada sebelumnya, melihat kedatangan Rahmah, Ayyub bergembira. namun Nabi Ayyub masih teringat dengan sumpahnya yang ingin memukul rahmah seratus kali.

Dalam kebimbangan untuk melaksanakan sumpah atau tidak, karena kasihan kepada istrinya yang sudah menunjukkan kesetiaannya dan mengikutinya di dalam segala duka dan deritanya. Nabi Ayyub bingung  antara dua perasaa, di satu sisi ia merasa wajib melaksanakan sumpahnya, namun di satu sisi ia merasa bahwa istrinya yang setia dan berbakti itu tidak patut menjalani hukuman seberat itu,
Ayyub menangkap firman Tuhan yang berbunyi :  “Ambillah lidi seratus batang dan pukullkan istrimu sekali saja! dengan demikian, tertebuslah sumpahmu
Di buku cerita islami versi lain, ada yang menerjemahkan firman Tuhan kepada Ayyub sebagai berikut :
“Dan ambillah dengan tanganmu seikit (rumput), maka pukullah dengan itu dan jangnlah kamu melanggar sumpah. Sesungguhnya kami dapat dia (Ayyub) seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya di amat taat (kepada Tuhannya).
Sehingga Nabi Ayyub tidak memukul Rahmah, istri yang setia itu sebanyak 100 kali. namun dengan seikat rumput / lidi yang berjumlah seratus dan dipukulkan dua kali saja, untuk melaksanakan janjinya itu sewaktu sakit.
Istri Nabi Ayub as merupakan wanita yang sholehah, ia berbuat sesuatu bukan karena sifatnya yang buruk, namun karena digoda oleh syaitan. dan Allah maha pengampun lagi maha penyayang.

Cerita Nabi Ayub as selanjutnya dianugrahi banyak anak oleh Allah SWT. di antara anak laki-laki ada yang bernama Basyar yang  juga dikenal dengan nama Dzulkifli, selanjutnya ia juga menjadi Nabi utusan Allah seperti ayahnya yang sabar, yaitu Nabi Dzulkifli.

Itulah sebesit penggalan dari sekian panjang cerita Nabi Ayyub as, beliau merupakan salah satu hamba Allah yang paling sabar. Ia telah mengalami berbagai cobaan yang luar biasa, tapi iman dan aqidahnya tidak tergadaikan, tetap terjaga.

Semoga Allah berkenan menganugrahi kesabaran kepada kita seperti yang dianugrahkan kepada Nabi Ayyub. Aamiin.